Strategi Forex Scalping Mudah

Strategi Forex Scalping Mudah

Strategi tading menggunakan teknik scalping bisa dimulai dari satu langkah sederhana, yaitu: menentukan arah trend dengan mengamati level-level high dan level-level low.

Banyak trader forex yang ingin menggunakan strategi scalping namun tidak mengerti dari mana harus memulainya. Sebenarnya strategi scalping bisa dimulai dari 3 langkah simpel, yaitu: tentukan dulu arah tren, entry pada sekitar level retracement atau breakout dan tentukan besarnya resiko yang bisa diterima.

Menentukan arah tren dulu

Langkah simpel pertama teknik scalping adalah menentukan arah tren. Mengetahui arah tren adalah sangat pentik untuk menentukan posisi. Cara yang paling sederhana untuk mengetahui arah tren yaitu dengan melihat level-level high dan level-level low. Jika pasangan mata uang membentuk sederet level higher high dan higher low, atau level-level high yang lebih tinggi dari level-level high sebelumnya, dan level-level low yang lebih tinggi dari level-level low sebelumnya, maka pergerakan harga disebut uptrend, dan trader hanya tinggal menunggu peluang untuk posisi buy. Sebaliknya jika membentuk sederet level lower high dan lower low, maka pergerakan adalah downtrend dan trader menunggu peluang untuk posisi sell.

Menentukan momentum entry posisi yang tepat

Langkah selanjutnya adalah menentukan momentum yang paling tepat untuk entry posisi. Dalam scalping biasanya trader memilih antara menggunakan strategi retracement atau strategi breakout. Dalam uptrend, strategi retracement fokus hanya pada teknik pullback (ketika harga bergerak kembali ke arah trend semula setelah retrace), dan trader akan entry buy pada level harga yang paling rendah. Sedang pada strategi breakout trader hanya akan buy ketika harga pasar telah menembus level resistance dan akan membentuk level higher high baru.

Menentukan besarnya resiko yang bisa di terima

Hal terakhir ini hendaknya diperhitungkan sebelum trader membuat posisi trading, yaitu level stop loss dan juga level target (take profit).  Ada berbagai cara untuk menentukan level stop loss (resiko). Sesuai dengan besarnya resiko yang telah direncanakan ter;ebih dulu. seorang trader hendaknya menentukan terlebih dahulu nilai resiko dalam satuan uang (misalnya menggunakan berapa 1% dari balance yang siap resiko kan), kemudian menentukan ukuran volume trading sesuai dengan besarnya stop loss tersebut.