Indikator mengetahui kondisi pasar sedang sideways

Indikator mengetahui kondisi pasar sedang sideways

Saat anda trading forex, ada kalanya pasar menunjukkan kondisi market yang datar. Pasangan Pair ini mau kemana ya? Apakah akan naik atau turun? Tidak ada tren yang jelas. namun kalau asal-asalan buka posisi, kerugian siap menghampiri anda. Oleh karena itu, banyak indikator yang bisa digunakan untuk melihat Sideways. indikator-indikator ini diciptakan untuk membantu trader masuk pasar walaupun volatilitas sedang lemah. Sideways merupakan periode pergerakan harga yang lemah dan dapat terjadi pada instrumen perdagangan apapun, baik forex atau saham.┬áSecara visual, kondisi Sideways dapat dilihat seperti volatilitas yang lemah, tetapi secara fundamental, artinya hampir tidak ada likuiditas di pasar. Ketika menggunakan indikator volume, kondisi flat 60-100 point akan menunjukkan adanya “aktifitas”, tapi sebenarnya, volume trading yang riil tidak sebesar itu.

Periode flat ini terjadi jika sebelum atau sesudah berita berdampak besar yang tidak terantisipasi, sehingga pelaku pasar kehabisan cara untuk buka posisi lagi. Trading ketika pasar dalam kondisi Sideways bisa sangat sulit dan beresiko, apalagi bagi para penggemar trading agresif. Lalu, adakah caranya keluar dari pasar ketika sedang Sideways?

Ada banyak indikator pendeteksi Sideways yang sangat bermanfaat untuk digunakan. Melalui indikator-indikator ampuh ini, Anda bisa mengetahui kapan waktunya keluar dari pasar dan mempersiapkan strategi untuk masuk lagi ke pasar.

1. Indikator Williams’ Alligator

Williams’ Alligator merupakan contoh paling sederhana dari indikator pendeteksi Sideways yang terdiri dari serangkaian Moving Averages. Jika garisnya bergerak berlawanan, maka akan ada tren yang terbentuk. Sebaliknya, jika garisnya saling bertumpukan atau paralel, maka pasar sedang Sideways. Apabila Alligator “terbuka”, pembentukan tren baru dimulai.

2. Bollinger Band

Kalau Indikator Bollinger Bands pada chart sudah berbentuk horisontal dengan kisaran yang sempit, maka artinya pasar sedang Sideways. Semakin sempit channel yang terbentuk, maka semakin kuat pula tren yang akan terjadi. Trader harus menunggu hingga Bollinger Bands melebar untuk mengambil kesempatan entri pasar dari batas atas atau bawah.

3. Parabolic SAR

Parabolic SAR merupakan salah satu indikator favorit para trader saat pasar sedang Sideways. Semakin dekat serta halus titik sinyal dengan grafik harga, semakin dapat dikonfirmasikan bahwa pasar sedang datar.

4. Accelerator Oscillator (AO)

Melalui optimasi yang bagus, Accelerator Oscillator (AC) merupakan indikator yang cocok untuk pasar yang sedang Sideways. Ketika volatilitas sangat rendah sedang terjadi, bilah histogram akan mengecil dan berfluktuasi di sekitar garis dasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *