Analisa Teknikal

Belajar Analisa Teknikal dalam trading forex merupakan sesuatu yang wajib dilakukan semua trader

Analisa Teknikal merupakan analisa yang melihat apa yang terjadi dengan mata uang murni dengan melihat harga masa lalu. Trader forex Teknikal percaya bahwa informasi dari pergerakan harga mata uang di masa lalu akan terulang lagi. Oleh karena itu, grafik pada chart memiliki semua informasi untuk Anda analisa. Dengan alasan ini, Analis Teknikal juga dikenal sebagai Chartist.

Trader Teknikal cenderung melakukan perdagangan forex untuk jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan rata-rata trader fundamental. Mereka cenderung lebih memilih untuk masuk dan keluar pada pasar forex pada tingkat harga yang signifikan seperti tingkat fibonacci dan harga pivot. Trader Teknikal fokus dalam masalah posisi masuk pasar pada harga yang tepat, mengingat mereka tidak akan menahan perdagangan terlalu lama

Mengingat pasar forex adalah sesuatu yang sulit ditebak, seorang trader harus mempunyai alat yang bisa membantu memperkirakan pergerakan harga. Alat tersebut tak lain merupakan analogi dari dua jenis analisa, yaitu analisa fundamental dan teknikal.

Jika analisa fundamental berhubungan dengan kondisi ekonomi, sosial dan politik, maka analisa teknikal merupakan cara menganalisa dengan menggunakan perangkat statistik dan rumus matematis. Jadi, pada teknik analisa ini Anda harus mampu membaca berbagai macam grafik, neraca, serta tampilan data statistik dan indikator lainnya.

Analisa teknikal ini penting agar Anda bisa membaca kondisi pasar berdasarkan histori harga sebelumnya. Teknik ini pun akan membantu Anda untuk mengenali karakter pergerakan harga yang kemudian bisa digunakan untuk memprediksi kondisi harga di masa depan.

Nah, bagi Anda yang hendak belajar teknik analisa teknikal, ketahui terlebih dulu prinsip dasar dari jenis analisa ini.

1. Market Price Discounts Everything

Jika pada analisa fundamental Anda akan cenderung dipusingkan oleh berbagai berita atau rumor sebelum menentukan keputusan, di analisa teknikal Anda hanya perlu memperhatikan data pada grafik (chart). Karena pergerakan harga yang ditampilkan tersebut telah menggambarkan berbagai informasi dan faktor yang mempengaruhi pasar. Termasuk apakah informasi tersebut hanyalah rumor atau sentimen.

 

2. Price Moves on Trend

 

Dari pernyataan “Harga bergerak dalam trend” dapat dipahami bahwa pergerakan harga mata uang tidak terjadi secara acak, melainkan cenderung membentuk pola tertentu; bisa naik, turun, atau datar. Pola atau arah ini akan terus berlangsung hingga muncul tanda-tanda akan berhenti atau berganti. Semakin Anda memahami tren atau pola tersebut, keputusan yang diambil pun akan semakin tepat.

 

3. History Repeats Itself

 

Menurut beberapa technician—sebutan untuk trader berhaluan analisa teknikal—sejarah selalu berulang. Maksudnya, pergerakan harga akan cenderung membentuk pola-pola tertentu yang tak jauh beda dengan yang terjadi di masa lampau. Terdapat kecenderungan bahwa perilaku para trader masa kini hampir sama dengan para pelaku pasar di masa lalu.

 

Jadi, berulangnya pola ini bisa dimanfaatkan untuk memprediksi ke mana arah pergerakan harga selanjutnya ketika ‘tanda’ yang sama muncul. Karena menurut sejarah, motif pergerakan yang dulu pernah terjadi pasti akan terulang kembali.

 

Langkah – Langkah Analisa Teknikal

 

Setelah memahami prinsip dasar dari teknik analisa teknikal, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menggunakan analisa ini.

 

1. Kenali Trend yang Sedang Berlangsung

 

Ketika membuka chart, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melihat trend (pola) yang sedang berlangsung. Kemudian, kenali berbagai pergerakan harga di masing-masing timeframe; mulai dari yang jangka panjang, menengah, dan pendek. Di sini, Anda bisa memilih pola mana yang akan diikuti dan dimanfaatkan.

 

Setelah memilih dan mengenali polanya, sangat disarankan untuk mengambil langkah transaksi yang searah dengan trend. Jika waktu itu pergerakan harga tengah naik (uptrend), maka sebaiknya Anda mengambil keputusan untuk mencari peluang ‘buy’. Sebaliknya, jika harga tengah turun, lebih baik mengambil peluang ‘sell’.

 

2. Tentukan Support dan Resistance

 

Setelah mengambil posisi yang searah dengan trend, Anda perlu menentukan posisi level support dan resistance-nya. Jika pergerakan harga sedang uptrend, tentukan posisi ‘buy’ di support dan ‘sell’ di resistance, atau sebaliknya.

 

Level ini pada dasarnya berfungsi layaknya peringatan yang sangat bermanfaat untuk langkah selanjutnya. Misal, ketika Anda membuka posisi ‘buy’ di support dan berhasil tembus, ini merupakan peringatan agar Anda segera melakukan cut-loss.

 

3. Manfaatkan Moving Average

 

Cara lain yang bisa digunakan untuk mengenali trend yang tengah berlangsung adalah dengan menggunakan indikator moving average (MA). Pergerakan MA ini diyakini bisa membantu mengidentifikasi trend, utamanya jika Anda mengalami kesulitan ketika membaca trendline.

 

Di sini, Anda hanya perlu memahami bahwa hubungan pergerakan MA, harga, dan trend, sifatnya berbanding lurus. Jika MA bergerak turun dan harga berada di bawah MA, maka artinya pasar sedang mengalami downtrend. Begitu pun sebaliknya, jika MA bergerak naik, harga berada di atas MA, berarti trend sedang baik (uptrend).

 

Tak hanya itu, MA juga bisa berperan layaknya support dan resistance. Berfungsi sebagai resistance ketika MA berada di atas pergerakan harga, dan sebaliknya akan berfungsi sebagai support ketika MA berada di bawah.

 

4. Gunakan Indikator Oscillator

 

Selain MA, Oscillator juga merupakan indikator yang bisa digunakan. Indikator ini berfungsi untuk memberi gambaran kondisi pasar apakah sedang dalam keadaan overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Overbought adalah kondisi ketika harga dianggap masuk kategori tinggi sehingga berpotensi terjadi penurunan harga. Sebaliknya, pasar dianggap oversold ketika harga masuk kategori rendah dan seringnya akan terjadi kenaikan harga.

 

Ketika pasar terindikasi sedang overbought, langkah terbaik adalah menunggu konfirmasi ‘sell’. Sebaliknya, jika muncul indikasi pasar tengah oversold, ada baiknya Anda menunggu konfirmasi sinyal ‘buy’.

 

Namun, agar lebih aman, tetap sesuaikan sinyal Oscillator dengan trend yang tengah berlangsung. Ketika sedang uptrend, carilah sinyal ‘buy’, dan ketika sedang down carilah sinyal ‘sell’.

 

5. Tentukan Stop Loss

 

Terakhir, jangan lupa untuk menentukan level stop loss dari transaksi forex yang Anda lakukan. Perhatikan aturan risk-reward-ratio agar risiko kerugian tidak lebih besar dibanding profit. Sesuaikan pula besaran volume transaksi dengan trading plan yang sudah Anda buat.

 

Nah, itulah beberapa langkah teknik analisa teknikal yang bisa Anda terapkan. Semoga bermanfaat.